BELANDA NEGERI INGGRIS

Hasil gambar untuk trio kwek kwek katanya

Belanda Negeri Kincir (katanya katanya…)

Keju Pengasilannya (katanya katanya…)

Tulip nama bunganya (wow wow…)

Dam nama bendungannya…

Sejak kapan Belanda menjadi bagian negeri Inggris? Ternyata selama ini aku salah lirik (salah dengar tepatnya) dan kamu berhasil menghujatku habis-habisan setelah mengirim voice note lagu ini “Belanda Negeri Inggris (katanya katanya…), Keju Pengasilannya (katanya katanya…), Tulip nama bunganya (wow wow…),Dam nama bendungannya…”, jahatnya kamu mempertanyakan bagaimana aku bisa lulus SD, SMP, SMA dan masuk perguruan tinggi. Perdebatan tidak penting (lagi) tentang lagu anak-anak era 90’an setelah membahas postingan sebelumnya. Tunggu dendam nyi pelet. hadeh

Advertisements

KAU BILANG TAK SUKA PEREMPUAN SIBUK

Siang kemarin begitu lucu, kita memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Tentang aku yang ingin melanjutkan sekolah dan kamu yang tak suka perempuan yang sibuk.

“Kalau aku masih nerusin studi, kamu mau menunggu atau udahan?” tanyaku.

“Aku bisa nambah waktu buat nambah modal dan kalau sempet bisa lanjut juga akunya”

“Apa cintamu masih sama?”

“Akan tetap sama, dengan harapan yang sama. Jika kamu masih ingin ikut jalan yang sama”

(kamu tau adh, kadang aku sebagai manusia takut. Kamu juga tahu, perasaan manusia bisa berubah kapan saja. Semoga kita tidak)

Lalu kita memperdebatkan karakter line yang rupanya kodok, apakah namanya leonard ataukah sule. Karena… kalau kita mengetik “sule” di line maka yang keluar adalah pilihan karakter kodok yang bernama Leonard. Itu bukan perdebatan yang penting sebenarnya, namun kita memang selalu membicarakan sesuatu yang tidak penting.

Lalu kamu tiba-tiba bicara “Aku gak mau punya istri yang sibuk.  Aku tuh lihat dari pengalaman orang banyak yang aku temuin, dalam pemikiran aku sekarang, bahagia itu bukan gimana kita memuaskan diri kita dengan kegiatan yang kita suka kelak setelah nikah. Beda sama sekarang. Banyak orang yang kurang bahagia dirumah tangganya karena sama-sama sibuk, udah gitu ada sebagian yang mikir, pengen bahagiain pasangan dengan uang, ga gitu. Ada yang susah punya momongan karena sama-sama sibk, dan sama-sama mencintai kesibukannya. Gimana ya, aku Cuma gamau ntar udah tua nyesel, ga bahagia. Lagipula daripada masing-masing berkarir,aku lebih suka bisnis bersama sih.”

Aku tertawa membacanya, “Kata siapa aku kalau sudah berumah tangga mau menjadi wanita karir?  Lalu mengapa kita membahas kehidupan rumah tangga yang penuh kehidupan orang sibuk?”

“Aku Cuma pengen bilang apa yang nggak aku suka…”

Well, Kita masing-masing tak pernah punya hak untuk membatasi impian yang ingin kita capai. Bahkan saat kamu bilang kamu gak suka aku dandan, kamu gak punya hak untuk membatasi itu. Untungnya, aku juga bukan wanita yang gila dandan Adh, jadi tenang saja. Aku berdandan hanya sewajarnya (menurut aku haha)

Kita bebas untuk melakukan apapun yang kita mau (dalam batas yang wajar), karena kita masih bertanggung jawab atas diri sendiri. Bukahkah salah satu impian kita sejak duduk di sekolah dasar salah satunya adalah membahagiakan orangtua? Bagiku itu wajib hukumnya, tentu saja bagi kamu juga kan’? Beda halnya kalau sudah berumah tangga, berumah tangga tidak hanya memikirkan diri sendiri kan’ Adh? Memang sih menikah juga ikut andil dalam memberikan kebahagiaan bagi orangtua haha. Pertemanan macam apa yang membicarakan tentang pernikahan?

Pastilah kita mempunyai kehidupan yang berbeda saat kita berstatus “single” dan berstatus “sudah menikah”. Dan sebagai orang (yang seharusnya sudah) dewasa kamu pasti tahu banget. Jangan pura-pura sok gak tahu deh lo ya!

Semua perempuan juga sama tentang hal ini kok Adh. Perempuan manapun yang mengambil karir saat sudah bersuami, pasti paham betul resiko yang akan ditanggungnya. Dan mereka pasti berpikir matang-matang ketika bertindak. Jangan risaukan sesuatu yang belum terjadi. Risaukanlah apakah hari ini kamu sudah memanfaatkan harimu dengan baik untuk masa depan atau belum.

PERKARA (BUKAN ‘PRAHARA’) JODOHKAH KITA

a6075704-14

Sabar itu tak pernah mudah, seperti hatch yang mencari ibunya, seperti manusia yang mencari jodohnya. Namun hasil sabar tak pernah mengkhianati tuannya. Entah itu membuat sumringah atau membuat tabah atas hikmah.

“Karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Berkuasa, sedang aku tidak mempunyai kekuasaan. Engkau yang maha mengetahui sedang aku tidak mengetahui bahkan Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi”

Saat air mata tak mampu melegakan, apa lagi yang harus dilakukan selain berlapang dada. Bahkan semua orang tahu bahwa berpisah dengan seseorang yang dicinta adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini. Entah itu berpisah atas dasar sudah tak cinta , kematian, atau berpisah karena ingin mencari tahu siapa diri ini, seberapa pantas diri ini untuk menjadi pendamping masa depan nanti. Ketika kita yakin atas seseorang sekarang, siapa tahu suatu saat nanti kita ragu menjadikannya pasangan. Sebaliknya, ketika kita meragukan seseorang saat ini, siapa tahu dialah orang yang menjadikan kita yakin untuk menjadikan dia pasangan hidup kita.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

“Maka aku tak ingin menjadi manusia yang sok tahu akan sesuatu yang sama sekali tidak aku ketahui”

Tak akan ada habisnya memang kalau membicarakan tentang jodoh, jodoh rahasia Tuhan. Tentu saja kita tidak mengetahui jawabnya kalau belum menikah. Satu yang selalu menguatkan, percayalah ketika kita terus berusaha memperbaiki diri, terus, terus dan terus, Tuhan mempersiapkan jodoh yang sama pantasnya dengan kita.

Maka, janganlah merisaukan perihal jodoh. Jika kita berpisah dengan seseorang yang kita cintai saat ini, percayalah kita berpisah untuk dipertemukan suatu saat nanti. Dalam satu atap yang sama, satu meja dengan kursi makan pagi yang berhadapan,  pundak yang saling memikul beban hidup, bibir yang saling mendoakan akan anak sholeh-sholehah dan punggung yang berbarengan menghadap Tuhan mengharap ridho-Nya.

“Maka, jika bukan aku orangnya. Berarti Tuhan mengirimkan seseorang yang lebih pantas menjalani hidup bersama untuk berbarengan menghadap-Nya” – Maka jika tidak dipertemukan sebagai pasangan, kita bertemu dengan seseorang (lain) yang memang Tuhan jodohkan baik untuk kita, terbaik.

Manusia tidak bisa memaksa bahwa “dia adalah jodohku”, Tuhan membuktikannya lewat waktu yang terus berlalu. Apalah daya manusia yang hanya bisa berusaha, serta doa dan ikhtiar yang mengiringi. Sebagai manusia kita mencoba. Bersabarlah. jika mencintai seseorang adalah sabar, maka manusia berloba-lomba sabar untuk bersama dengan seseorang yang mereka cintai (tentu saja dengan upaya terus memperbaiki diri).

“Maka aku juga sama. Jika mencintaimu adalah sabar, maka aku berusaha bersabar tanpa batas. Terimakasih telah memilihku.”

Begitu juga dengan kita, adh. Percayalah…