KUPU-KUPU

Hasil gambar untuk kupu-kupu

Source : google

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Kesana kemari dalam perutku, menggelitik rasa rindu-kadang ngilu terlalu banyak menyulam rindu. Selalu ada rindu baru di setiap pagi, membuncah-semoga kelak aku paham bagaimana caranya memanajemen rindu.

Tak ada yang hilang, pun ketika kamu tak lagi menyulam benang masa depan bersamaku. Benang-benang itu masih suci, pun ketika kamu memutuskan berhenti menyulam-untuk membawakan sutra padaku-atau kepada yang lain. Kupu-kupu itu akan terus berterbangan entah sampai kapan. Sampai waktu menunjukkan kemana aku-dan kemana kamu.

Aku tak berputus harapan menyulam benang rindu, Tuhan selalu punya cara kemana benang itu tertuju akhirnya. Kepadamu? atau kepada yang lain. Jika kepadamu, kupu-kupu itu sama dengan apa yang kuceritakan hari ini. Jika Tuhan menautkan ujung benang rindumu padaku, benar, rindu itu akan mengikat kamu dan aku dalam pemahaman bahagia yang sesungguhnya.

Sama halnya dengan, kemanapun ujung benang rindu kita, entah berpaut atau tidak. Kita tetap akan bahagia dengan pemahaman yang “sudah seharusnya”. Siapkan benang-benang rindu untuk disulam menjadi sutera kehidupan, makna hidup yang akan selalu membuat kita bersyukur hidup di dunia bersama orang yang kita cintai.

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Kesana kemari dalam perutku, menggelitik rasa rindu-kadang ngilu terlalu banyak menyulam rindu. Selalu ada rindu baru di setiap pagi, layaknya embun, selalu terbaharui. Membuncah-semoga kelak aku paham bagaimana caranya memanajemen rindu. Kelak laut akan mengajarkan bagaimana tenangnya merindu.

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Hari ini dan hingga kelak kamu menemukan pasangan hidup, entah aku-atau bukan aku.

Namun dalam hati, semoga aku.

Kupu-kupu itu- bernama rasa sayang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s