PADA

Adhia,

Pada malam-malam yang akan datang, rindu akan selalu sama. Kamu.

Pada pagi yang tak pernah berkhianat membawa harapan baru, harapan akan selalu sama. Kamu.

Pada perahu yang sedang karam, aku ingin meronta sekuat tenaga-dengan kamu.

Pada lautan kehidupan yang bergelombang, pada angin badai yang terus menerpa. Kuatlah bersamaku. Tetap berlayar.

Pada bunga malam, aku ingin menghidupkan mimpi-mimpi yang ada kamu di dalamnya.

Kamu mimpiku,

Advertisements

Kenalkan, Dara Prayoga (Oka)

Aku mengetahui Oka, Dara Prayoga sejak 2011. Sejak aku kelas dua SMA-hingga sekarang. Dia seorang selebtwit, pernah membuat buku berjudul Analogi cinta sendiri, Analogi cinta berdua, dan back to you. Sekarang dia sudah menikah dengan seseorang yang dia cintai,Mia. Bahkan sudah mempunyai anak yang lucu. Namanya Jio dan Kio, anak kembar yang biasa aku bagikan dalam kiriman pesan instagram kita.

Jika orang lain punya Dilannya ayah Pidi Baiq sebagai panutan, aku punya Oka. Aku pernah berjumpa dengannya di launching buku Analogi Cinta Berdua di Bandung. Duduk di sampingnya, berfoto bersamanya. Oka-ku nyata. Dan aku baru ingat buku itu ada di Ratna-sampai sekarang ūüė¶

Apa yang aku suka dari Oka? Oka gak ganteng-wkwk. Dia selalu menginspirasi aku-menginspirasi aku agar tetap memperjuangkan cinta. Padamu. Aku kagum padanya, mencintai Mia dengan begitu indahnya. Aku juga ingin, mencintai kamu dengan begitu indahnya. Seperti ucapan gaul zaman sekarang “panutanqu” haha.

Aku mencintaimu, karena aku ingin-tanpa paksaan.

Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.

Pada sebagian besar waktu dalam hidup, aku sering tidak bisa menerima begitu saja.

Aku sering tak percaya apa yang dikatakan orang.

Bagiku, jawaban dari orang lain hanya menambah tanda tanya.

 

Aku lebih percaya kepada hidup.

Tuhan bersama semesta-Nya lebih jujur daripada jujur.

Ia memberikan pertanda kepada setiap makhluk-Nya.

Kita, makhluk yang tak pandai membaca.

 

Ada seorang bijak pernah berkata bahwa kadang kita tak bisa bersama dengan yang dicinta.

Aku berkali-kali bertemu dengan orang yang harus merelakan cintanya dan menerima cukup yang ada.

Merelakan yang telah pergi sedang batin dan raga menjerit berusaha meraih hadirnya.

Kondisi yang beberapa orang coba jalani selamanya dalam hidupnya.

 

Tapi maaf, aku tidak bisa.

Aku tidak bisa untuk tidak menghidupi mimpiku.

Aku tidak bisa untuk merelakan seseorang yang tak tergantikan.

Aku tidak sanggup bila itu bukan kamu.

 

Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.

Karena aku tak ingin berakhir seperti mereka.

Aku tidak akan menuruti¬†perkataan ‚Äúcinta tak harus memiliki‚ÄĚ.

Aku mau memiliki cintaku, itulah mengapa aku memperjuangkan kamu.

 

Aku pernah bermimpi mewujudkan mimpi bersama kamu.

Sebuah mimpi yang tercipta dari alam bawah sadar yang paling dalam.

Yang bahkan aku sendiri tak tahu mengapa aku memimpikannya.

Sampai aku sadar, bahwa mimpi itu harus kuhidupi.

 

Mimpi yang pernah aku rusak sendiri.

Tetapi seperti yang selalu hidup ajarkan kepada aku, aku harus memperbaiki semuanya sendiri.

Itulah mengapa, aku memutuskan untuk tidak menyerah atas kamu.

Aku memilih untuk tidak merelakan kamu.

Sepenggal tulisan Oka untuk Mia berjudul back to you, selalu mengena padaku-selalu ingin membuatku kembali memperjuangkanmu tanpa lelah dan semoga lillah. Puisi ini belum berakhir, aku hanya mengambil sebagian sebelum pada ending bahagia.

Kamu tahu? pagi ini aku sehabis solat shubuh ingin memposting nyanyian ku di snapgram. haha- pada akhirnya aku memang tak pede. Aku suka bernyanyi, meski suaraku tidak baik wahaha. Ingat kan, aku finalis dangdut akademi 4 (lalu apa hubungannya) :p

Pagi ini aku ingin sekali membangunkanmu seperti biasanya, mengirimi bom message whats app, video call – meneleponmu sampai kamu bangun. Bahkan aku masih ingat saat bulan Ramadhan, 70 panggilan bahkan tak berhasil membangunkanmu. wakakak- Aku bertahan tidak melakukannya pagi ini sampai nanti kamu mengabariku untuk bertemu di hari sabtu/minggu. Aku tersenyum mengingat kebiasaan-kebiasaan kita-terkadang konyol, namun itulah cara kita menyampaikan rasa sayang dan perhatian.

Malam tadi, kamu bercerita menonton film “Banda” bersama Ramadhan, dan mengatakan bahwa jika aku yang menontonnya-aku pasti akan tertidur. wkwkwk-kebiasaanku. Lalu aku menghancurkan hal-hal yang sudah menenangkan malam tadi, dengan egoku. Dan kamu bilang, selalu seperti itu. Aku selalu menyakiti. Setelah sebelumnya kamu ingin kita tetap biasa saja setiap hari-chatting, pada akhirnya aku memutuskan untuk memberi jeda-pada interaksi kita.

Oka mengajarkanku jarak,

Kita butuh jarak untuk bisa melihat.

Oka bilang begitu, katanya : Dengan jarak, kamu bisa melihat apakah seseorang benar-benar mencintai kamu atau tidak. Kalimat itu sangat sederhana, namun pikirkanlah. Ada banyak makna di dalamnya.

Aku percaya bahwa itu benar, setidaknya-untuk pikiran keruh kita saat ini, jarak mungkin akan merehatkan pikiran kita yang kacau untuk kembali berpikir jernih. Untuk segala permasalahan hidupmu, aku selalu ingin tahu. Dan aku ingin selalu berada disana, menemanimu menghadapinya. Bersama.

Jarak Mengajari Kita Mengalahkan Musuh yang Lebih Nyata

Ego. – Oka

Aku sangat paham ini. Semoga jarak saling meruntuhkan ego untuk saling mengetahui bahwa, kita saling membutuhkan.

Aku ingin tetap mengingatkanmu, jangan lupa sarapan luuu-jangan so soan diet, mengatakan have a nice day- happy working, jangan tidur kemaleman, mengingatkan solat lima waktu, bahkan sekedar mengucapkan bahwa aku sayang kamu. dan yang paling menyenangkan berbicara ngolor ngidul kesana kemari, menceritakan betapa menyebalkannya teman atau melalui hari yang buruk. Aku bisa bersabar. Bersabar itu menyenangkan, memberi ruang mengingat segala hal yang kita lalui bersama dengan penuh perjuangan mewujudkannya dan membuatku senyum-senyum sendiri pagi ini. Pagi ini aku gereget menanyakan “Sudah bangun belooom?“. Mari mengingat yang baik-baik, karena tanpa sadar kita sekarang sudah menjadi seseorang yang berbeda dengan kita pertama bertemu satu tahun lalu untuk memulai sebuah kisah.

Terimakasih sudah menemukanku, memberi uluran tangan yang hangat dan membawa dunia kepadaku. Percayalah Adhia, hingga aku membuat postingan ini. Aku selalu merasa senang mencintaimu. Aku senang, menemukanmu.

Kenalkan, dia Dara Prayoga. Panutanqu dalam memperjuangkan kamu. Kamu bisa mengenalnya disini https://daraprayoga.wordpress.com/

AKU BAHAGIA

Source : Google

Aku bahagia, terlahir sebagai diriku,

Memiliki keluarga yang hangat, sahabat yang menyenangkan, dan segala sesuatu yang membuat hidupku berwarna.

Lalu aku bertambah bahagia, bertemu kamu. Teman lama yang ku semogakan menjadi teman hidup. Sejak aku menggenggam tanganmu, di awal kencan kita. Aku ingin memastikan bahwa perasaanku benar kepadamu. Lalu selanjutnya genggaman tangan itu menjadi rasa aman bagiku, karena kamu bersamaku-meski kini tidak lagi kita lakukan. Aku menemukan kepingan aku, di kamu. Aku bersyukur bertemu dengan kamu.

bahagia

Aku bersyukur sejak kita mencoba membangun dunia, menumbuhkan bibit kebahagiaan dengan pupuk kesedihan yang telah berlalu. Aku bersyukur bertemu kamu.

Aku bahagia mencintai kamu.

Aku bahagia mencintai kamu tanpa mencium bibir mungilmu, meski aku memiliki banyak kesempatan untuk melakukannya.

Aku bahagia mencintai kamu, tanpa memeluk tubuhmu yang gempal menggemaskan, meski aku sangat ingin melakukannya-menangisi hari-hari kecewaku di pelukanmu. Andai pundakmu bebas untuk kusandari menceritakan penatnya dikhianati teman, atau sekedar bercerita betapa tidak menyenangkannya hariku.

Aku bahagia mencintai kamu, tanpa genggaman tangan yang sangat ku suka. Tanda rasa aman, aku memiliki kamu.

Akan lebih bahagia, jika kita melakukannya di waktu yang tepat. Right?

Aku bahagia meski ungkapan rindu hanya berupa nyanyian, cerita bahagia dan sedih hanya via telepon. Jika ya, kelak kita akan mengetahui kabar masing-masing dengan bertatap muka dalam satu atap yang sama.

Aku bahagia. Atas segala kebahagiaan yang telah kita ciptakan, aku bersyukur mengenal kamu. Untuk segala kesedihan dan kebahagiaan yang telah kita bagi, aku merasa semakin kaya-kaya akan pemahaman hidup.

Jangan pernah merasa tak pernah berguna untukku, hadirnya kamu-menyempurnakan separuh aku. Dan kebahagiaan akan bertambah, ketika kamu kelak mengucapkan janji suci sehidup semati bersamaku-kamu sempurnakan aku.

Maaf aku begitu rapuh mencintaimu, kadang hal yang tak perlu aku tangisi-aku tangisi. Wajar merasakan rasa sakit, cemburu, dan sensasi mengesalkan lainnya -ketika obatnya adalah kamu seorang.

‚ÄúYou‚Äôre my happines and my sadness too‚ÄĚ

Esok hari dan selanjutnya kita belajar dari segala kesalahan itu. Entah itu terjatuh berulang kali, kita selalu punya kesempatan untuk selalu memperbaiki jika kita mau. Bukan berarti kita selalu melakukan kegagalan yang sama, kita bersama untuk saling menguatkan tanpa melepaskan tangan. Andai dekapan hangatmu halal bagiku, belum.

Bukan siapa yang merasa paling tersakiti, atau siapa yang paling banyak membahagiakan. Kita ada untuk saling menguatkan. Aku dan kamu.

Aku bahagia mencintai kamu tanpa harus kujelaskan betapa menyedihkan bila aku kehilangan kamu.

Aku bersyukur hari dimana sore itu kamu datang ke rumah menjemputku-dulu kita punya kesedihan hidup masing-masing. Kejadian itu mengantarkan kita seperti sekarang ini dengan segala cerita tangis-tawa. Aku bahagia kamu membawaku dalam duniamu, tak ada penyesalan mengenalkan kamu pada duniaku-lalu kita mengetahui satu sama lain.

Untuk puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali kegagalan dan kesalahan. Kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki jika kita mau. Kita bersama untuk saling menguatkan tanpa melepaskan tangan. Cinta bukan siapa yang paling, tapi saling.

Kesekian kalinya, aku bahagia kamu terlahir di dunia. Aku bersyukur bertemu kamu. Untuk kesedihan dan kesenangan hidup, aku ingin membaginya denganmu. Untuk pemahaman hidup yang belum sempurna, mari sempurnakan bersama. Jangan lepaskan tanganku…

I wanna make you smile whenever you’re sad,
Carry you around when your arthritis is bad,
Oh all I wanna do is grow old with you.

I’ll get your medicine when your tummy aches,
Build you a fire if the furnace breaks,
Oh it could be so nice, growing old with you.

(Daniel Padilla-Grow old with you)

Takut

WhatsApp Image 2017-08-07 at 17.15.22.jpeg

Tak ada manusia yang siap dengan kehilangan-aku juga.

Aku takut-kehilangan kamu,

Padahal sebenarnya aku tak kehilangan apa-apa, semua hanya kembali pada tempat-yang seharusnya.

Aku, takut kehilangan sosokmu,senyumanmu,gurat kesalmu ketika melihat tingkahku,cara tawamu,caramu kebingungan menenangkanku,caramu menatapku-segalanya.

Takut orang lain yang akan memilikinya kelak.

Aku, takut suatu hari kamu bertemu gadis yang lebih menyenangkan daripada aku. Lebih mencintaimu dengan istimewa, menenangkan kesedihanmu dengan luar biasa, menghargai kamu dengan cara yang takjub, memetik paham kehidupan yang ranum kebaikan bersama.

Aku, takut hanya menjadi orang yang ‚Äúpernah‚ÄĚ menjadi gadis itu.

Takut, dalam rencana masa depanmu-tak ada aku.

Aku dalam, mencintaimu. Sejak hari-kamu ada mendengar luka-luka lamaku-, sejak makan adalah aktivitas rutin pertemuan rindu, sejak jarak hanyalah angka menabung rindu untuk dinikmati bersama, dan sejak kamu menjadi pemanis bunga malamku. Aku memeluk takut.

Pemahaman hidup baik yang kita tuai bersama, pondasi hubungan yang kita bangun dengan peluh keringat, dan dunia yang sedang kita ciptakan untuk ditinggali bersama. Rasanya sungkan, untuk berhenti. Aku, tidak tahu kamu.

Aku memeluk takut, aku bertatap muka dengan takut. Bagaimana jika pada akhirnya, kita hanyalah angan? Angan yang ada untuk dikenang.

‚ÄúTuhan Maha membolak-balikkan hati manusia‚ÄĚ

Benar demikian, aku memeluk takut untuk berdamai dengan takut. Bila kelak, doaku-dan doamu tak berpaut pada langit malam. Jika Tuhan memiliki jawaban lain, kelak berdamai dengan takut adalah cara berlapang dada yang sempurna.

‚ÄúAku mencintaimu dengan memeluk rasa takut, Takut menjadikanku berusaha lebih baik lagi mencintaimu, dengan versi terbaik diriku‚ÄĚ

Aku mencintaimu, dengan keberanian memeluk rasa takut.

KUPU-KUPU

Hasil gambar untuk kupu-kupu

Source : google

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Kesana kemari dalam perutku, menggelitik rasa rindu-kadang ngilu terlalu banyak menyulam rindu. Selalu ada rindu baru di setiap pagi, membuncah-semoga kelak aku paham bagaimana caranya memanajemen rindu.

Tak ada yang hilang, pun ketika kamu tak lagi menyulam benang masa depan bersamaku. Benang-benang itu masih suci, pun ketika kamu memutuskan berhenti menyulam-untuk membawakan sutra padaku-atau kepada yang lain. Kupu-kupu itu akan terus berterbangan entah sampai kapan. Sampai waktu menunjukkan kemana aku-dan kemana kamu.

Aku tak berputus harapan menyulam benang rindu, Tuhan selalu punya cara kemana benang itu tertuju akhirnya. Kepadamu? atau kepada yang lain. Jika kepadamu, kupu-kupu itu sama dengan apa yang kuceritakan hari ini. Jika Tuhan menautkan ujung benang rindumu padaku, benar, rindu itu akan mengikat kamu dan aku dalam pemahaman bahagia yang sesungguhnya.

Sama halnya dengan, kemanapun ujung benang rindu kita, entah berpaut atau tidak. Kita tetap akan bahagia dengan pemahaman yang ‚Äúsudah seharusnya‚ÄĚ. Siapkan benang-benang rindu untuk disulam menjadi sutera kehidupan, makna hidup yang akan selalu membuat kita bersyukur hidup di dunia bersama orang yang kita cintai.

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Kesana kemari dalam perutku, menggelitik rasa rindu-kadang ngilu terlalu banyak menyulam rindu. Selalu ada rindu baru di setiap pagi, layaknya embun, selalu terbaharui. Membuncah-semoga kelak aku paham bagaimana caranya memanajemen rindu. Kelak laut akan mengajarkan bagaimana tenangnya merindu.

Kupu-kupu itu tetap berterbangan pada tempatnya, seperti pertama kali kamu datang membawa rasa yang bernama cinta kepadaku. Hari ini dan hingga kelak kamu menemukan pasangan hidup, entah aku-atau bukan aku.

Namun dalam hati, semoga aku.

Kupu-kupu itu- bernama rasa sayang.