PERKARA (BUKAN ‘PRAHARA’) JODOHKAH KITA

a6075704-14

Sabar itu tak pernah mudah, seperti hatch yang mencari ibunya, seperti manusia yang mencari jodohnya. Namun hasil sabar tak pernah mengkhianati tuannya. Entah itu membuat sumringah atau membuat tabah atas hikmah.

“Karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Berkuasa, sedang aku tidak mempunyai kekuasaan. Engkau yang maha mengetahui sedang aku tidak mengetahui bahkan Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi”

Saat air mata tak mampu melegakan, apa lagi yang harus dilakukan selain berlapang dada. Bahkan semua orang tahu bahwa berpisah dengan seseorang yang dicinta adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini. Entah itu berpisah atas dasar sudah tak cinta , kematian, atau berpisah karena ingin mencari tahu siapa diri ini, seberapa pantas diri ini untuk menjadi pendamping masa depan nanti. Ketika kita yakin atas seseorang sekarang, siapa tahu suatu saat nanti kita ragu menjadikannya pasangan. Sebaliknya, ketika kita meragukan seseorang saat ini, siapa tahu dialah orang yang menjadikan kita yakin untuk menjadikan dia pasangan hidup kita.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

“Maka aku tak ingin menjadi manusia yang sok tahu akan sesuatu yang sama sekali tidak aku ketahui”

Tak akan ada habisnya memang kalau membicarakan tentang jodoh, jodoh rahasia Tuhan. Tentu saja kita tidak mengetahui jawabnya kalau belum menikah. Satu yang selalu menguatkan, percayalah ketika kita terus berusaha memperbaiki diri, terus, terus dan terus, Tuhan mempersiapkan jodoh yang sama pantasnya dengan kita.

Maka, janganlah merisaukan perihal jodoh. Jika kita berpisah dengan seseorang yang kita cintai saat ini, percayalah kita berpisah untuk dipertemukan suatu saat nanti. Dalam satu atap yang sama, satu meja dengan kursi makan pagi yang berhadapan,  pundak yang saling memikul beban hidup, bibir yang saling mendoakan akan anak sholeh-sholehah dan punggung yang berbarengan menghadap Tuhan mengharap ridho-Nya.

“Maka, jika bukan aku orangnya. Berarti Tuhan mengirimkan seseorang yang lebih pantas menjalani hidup bersama untuk berbarengan menghadap-Nya” – Maka jika tidak dipertemukan sebagai pasangan, kita bertemu dengan seseorang (lain) yang memang Tuhan jodohkan baik untuk kita, terbaik.

Manusia tidak bisa memaksa bahwa “dia adalah jodohku”, Tuhan membuktikannya lewat waktu yang terus berlalu. Apalah daya manusia yang hanya bisa berusaha, serta doa dan ikhtiar yang mengiringi. Sebagai manusia kita mencoba. Bersabarlah. jika mencintai seseorang adalah sabar, maka manusia berloba-lomba sabar untuk bersama dengan seseorang yang mereka cintai (tentu saja dengan upaya terus memperbaiki diri).

“Maka aku juga sama. Jika mencintaimu adalah sabar, maka aku berusaha bersabar tanpa batas. Terimakasih telah memilihku.”

Begitu juga dengan kita, adh. Percayalah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s