KAU BILANG TAK SUKA PEREMPUAN SIBUK

Siang kemarin begitu lucu, kita memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Tentang aku yang ingin melanjutkan sekolah dan kamu yang tak suka perempuan yang sibuk.

“Kalau aku masih nerusin studi, kamu mau menunggu atau udahan?” tanyaku.

“Aku bisa nambah waktu buat nambah modal dan kalau sempet bisa lanjut juga akunya”

“Apa cintamu masih sama?”

“Akan tetap sama, dengan harapan yang sama. Jika kamu masih ingin ikut jalan yang sama”

(kamu tau adh, kadang aku sebagai manusia takut. Kamu juga tahu, perasaan manusia bisa berubah kapan saja. Semoga kita tidak)

Lalu kita memperdebatkan karakter line yang rupanya kodok, apakah namanya leonard ataukah sule. Karena… kalau kita mengetik “sule” di line maka yang keluar adalah pilihan karakter kodok yang bernama Leonard. Itu bukan perdebatan yang penting sebenarnya, namun kita memang selalu membicarakan sesuatu yang tidak penting.

Lalu kamu tiba-tiba bicara “Aku gak mau punya istri yang sibuk.  Aku tuh lihat dari pengalaman orang banyak yang aku temuin, dalam pemikiran aku sekarang, bahagia itu bukan gimana kita memuaskan diri kita dengan kegiatan yang kita suka kelak setelah nikah. Beda sama sekarang. Banyak orang yang kurang bahagia dirumah tangganya karena sama-sama sibuk, udah gitu ada sebagian yang mikir, pengen bahagiain pasangan dengan uang, ga gitu. Ada yang susah punya momongan karena sama-sama sibk, dan sama-sama mencintai kesibukannya. Gimana ya, aku Cuma gamau ntar udah tua nyesel, ga bahagia. Lagipula daripada masing-masing berkarir,aku lebih suka bisnis bersama sih.”

Aku tertawa membacanya, “Kata siapa aku kalau sudah berumah tangga mau menjadi wanita karir?  Lalu mengapa kita membahas kehidupan rumah tangga yang penuh kehidupan orang sibuk?”

“Aku Cuma pengen bilang apa yang nggak aku suka…”

Well, Kita masing-masing tak pernah punya hak untuk membatasi impian yang ingin kita capai. Bahkan saat kamu bilang kamu gak suka aku dandan, kamu gak punya hak untuk membatasi itu. Untungnya, aku juga bukan wanita yang gila dandan Adh, jadi tenang saja. Aku berdandan hanya sewajarnya (menurut aku haha)

Kita bebas untuk melakukan apapun yang kita mau (dalam batas yang wajar), karena kita masih bertanggung jawab atas diri sendiri. Bukahkah salah satu impian kita sejak duduk di sekolah dasar salah satunya adalah membahagiakan orangtua? Bagiku itu wajib hukumnya, tentu saja bagi kamu juga kan’? Beda halnya kalau sudah berumah tangga, berumah tangga tidak hanya memikirkan diri sendiri kan’ Adh? Memang sih menikah juga ikut andil dalam memberikan kebahagiaan bagi orangtua haha. Pertemanan macam apa yang membicarakan tentang pernikahan?

Pastilah kita mempunyai kehidupan yang berbeda saat kita berstatus “single” dan berstatus “sudah menikah”. Dan sebagai orang (yang seharusnya sudah) dewasa kamu pasti tahu banget. Jangan pura-pura sok gak tahu deh lo ya!

Semua perempuan juga sama tentang hal ini kok Adh. Perempuan manapun yang mengambil karir saat sudah bersuami, pasti paham betul resiko yang akan ditanggungnya. Dan mereka pasti berpikir matang-matang ketika bertindak. Jangan risaukan sesuatu yang belum terjadi. Risaukanlah apakah hari ini kamu sudah memanfaatkan harimu dengan baik untuk masa depan atau belum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s